Minggu, 01 Mei 2016

So Much Closer

[Review] So Much Closer – Susane Colasanti


Penulis : Susane Colasanti
Editor : Desy
Penerbit : Elexmedia
ISBN: 9786020012759
Cover : Soft Cover
Jumlah Hal : 332 halaman
Cetakan I : November 2011


Cendolurb

Di kota yang tidak pernah tidur, Brooke terbangun dan mendapati kehidupan yang benar-benar baru. Scott Abrams adalah cinta dalam hidup Brooke. Hanya saja dia belum mengetahuinya. Jadi saat keluarganya pindah ke New York di musim panas sebelum tahun senior, Brooke tidak punya pilihan lain selain mengikuti Scott. Ini kesempatan terakhirnya membuktikan pada Scott bahwa mereka ditakdirkan bersama.

Tapi New York memberikan kejutan demi kejutan pada Brooke. Sejak trauma menyakitkan keluarganya, Brooke menutup diri pada keluarga, teman, dan bahkan pada dirinya sendiri. Tapi sekarang, didorong energi luar biasa dari kota yang sibuk dan kreatif di sekelilingnya, Brooke mulai menggali bakatnya dan menjadi seseorang yang tidak pernah dia bayangkan.

Jadi apa yang akan dia lakukan saat cinta dalam hidupnya menjadi kenyataan.. tapi dia malah menginginkan lebih?

***

Moshi-moshi! Minna-san! Novel ini merupakan novel pertama cendolerz looh! Menurutku, novel ini sangat keren dan membuatku menjadi cendolerz pecinta buku. Entah mengapa buku ini yang membuat minat bacaku naik drastis. So much closer berkisah mengenai kehidupan seorang gadis bernama Brooke, di mana ia menyukai seorang pria bernama Scott, teman sekolahnya. Tapi, perasaan yang di rasakan gadis itu hanya terpendam dan ia tidak berani untuk mengungkapkannya. Awalnya aku tidak begitu menyukai novel ini karena menurutku awalnya terlalu membosankan. But, you can see that, if I falling in Love with this book! This is a good book and I recommend it for you all.

Meskipun Brooke itu gambaran seseorang perempuan yang unik, tapi aku kurang suka karena sifatnya yang tidak menghargai apa yang dia miliki. Dia juga seolah-olah buta terhadap rasa cintanya pada Scott. 

Tapi sifat Brooke ini memang disengaja oleh Susane Colasanti, dan pada akhirnya aku mengakui bahwa ceritanya nggak seburuk itu. Aku suka sekali ending cerita ini, dan aku berfikir kalau buku ini ternyata gak sedangkal yang aku kira, suka sama cowok, dapetin cowok itu, kenyataan ga seindah harapan, putus, lalu ketemu cowok baru. Well, ternyata ceritanya tidak seperti itu.
 
Walaupun aku kekurangan adegan-adegan tambahan pada cerita ini (bukunya memang terbilang kecil dan tipis sih) tapi dari secara keseluruhan aku suka sama tulisan Susane Colasanti, karena endingnya membuat kita tersenyum dan mempelajari hal baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar